MENGENAL VIRUS KOMPUTER

kata kata virus,sampai saat ini mungkin masih jadi hal yang lumayan menakut kan,…virus biasanya mengacaukan sistem dengan cara memperbanyak dirinya,dan menginfeksi file lain yang masih bersih.agar tidak terdeteksi oleh antivirus,sang progamer biasanya selalu memodifikasi virus buatannya untuk berbagai macam tujuan,…..jahat lah pokoknya,…jadi agar antivirus temen temen bisa kerja dengan maksimal untuk mendeteksi virus virus dengan varian barunya,….ane saranin supaya temen temen update tu antivirus secara teratur,…atau kalo perlu,….aktivin aja auto updatenya,….

Gambar

kalo yang ane tau sih,….sampe saat ini tu belum ada yang namanya virus yang bisa ngerusak hardware secara langsung,..kan nggak mungkin tu ada jenis virus komputer yang berkemampuan menggerogoti komponen komponen komputer dengan gigi gigi nya yang tajam,…hehehe.tapi secara nggak langsung virus virus ini bisa perlahan ngerusak n menghancurkan hardware komputer kita,..yaitu dengan membuat kerja cpu jadi berat,..panas,…n sampe akhirnya nimbulin kerusakan.

menurut cerita yang beredar entah itu bener ato enggak,…katanya para hacker membuat virus sebagai bentuk protes mereka terhadap microsoft.kenapa,..ya lantaran microsoft selalu ngeluarin software nya yang selalu berbayar,..m harganya pun juga nggak murah,…tapi ada untungnya juga kan,…dengan demikian kita bisa menikmati beberapa software dari microroft secara free.tapi dibalik keuntungan itu,…tentu kita harus tetep waspada.

berikut pembagian firus dari cara kerjanya.

 

1. File infector virus: 
memiliki kemampuan untuk melekatkan diri (attach) pada sebuah file, yang biasanya merupakan file executable. Pada umumnya virus jenis ini tidakmenyerang file data. Namun dewasa ini, sebuah file data atau dokumen lainnya dapat mengandung kode executable seperti macro, yang dapat dieksploitasi oleh pencipta virus komputer, worms atau trojan horse.
2. Boot sector virus:
 memodifikasi program yang berada di dalam boot sector pada DOS-formatted disk. Pada umumnya, sebuah boot sector virus akan terlebih dahulu mengeksekusi dirinya sendiri sebelum proses bootup pada PC, sehingga seluruh floppy disk yang digunakan pada PC tersebut akan terjangkiti pula.
3. Multipartite virus:
memiliki fitur dari kedua jenis virus di atas (baik sebagai file infector mau pun sebagai boot/system sector virus). Ketika sebuah file yang terinfeksi oleh virus jenis ini dieksekusi, maka virus akan menjangkiti boot sector dari hard disk atau partition sector dari komputer tersebut, dan sebaliknya.
4. Macro virus:
menjangkiti program macro dari sebuah file data atau dokumen (yang biasanya digunakan untuk global setting seperti template Microsoft Word), sehingga dokumen berikutnya yang diedit oleh program aplikasi tersebut akan terinfeksi pula oleh macro yang telah terinfeksi sebelumnya.
5. Stealth virus: 
virus ini bekerja secara residensial (menetap) di dalam memori dan menyembunyikan perubahan yang telah dilakukannya terhadap file yang dijangkiti. Hal ini dilakukan dengan mengambil alih fungsi sistem jika terjadi proses pembacaan.Jika program lain meminta informasi dari bagian sistem yang telah dijangkiti virus stealth, maka virus akan memberikan informasi yang sesuai dengan keadaan sebelum terjangkiti virus, sehingga seolah-olah sistem berfungsi dalam keadaan baik tanpa gangguan dari virus komputer.
6. Polymorphic virus: 
virus yang cenderung melakukan perubahan di dalam kodenya setiap kali mengalami proses replikasi sehingga sulit untuk dideteksi oleh anti-virus software.
7. Companion virus:
adalah virus yang bekerja dengan berpura-pura menggantikan file yang hendak diakses oleh pengguna. Sebagai contoh dalam sistem operasi DOS, file A.EXE dapat diinfeksi dengan membuat sebuah file dengan nama A.COM. DOS akan terlebih dahulu akan mencari file berekstensi COM sebelum file dengan ekstensi EXE. Setelah A.COM telah dieksekusi, kemudian A.EXE akan dieksekusi pula sehingga file tersebut terinfeksi pula. Cara lain adalah dengan menempatkan sebuah file dengan nama yang persis sama pada cabang lain dari file tree, sehingga bila file palsu ini ditempatkan secara tepat dan terjadi kesalahan dengan tidak menuliskan path yang lengkap dalam menjalankan sebuah program, akan berakibat tereksekusinya file palsu tersebut.
8. Tunneling virus: 
virus ini mencoba untuk mengambil alih interrupt handlers pada DOS dan BIOS, kemudian meng-install dirinya sehingga berada ‘di bawah’ program- program lainnya. Dengan ini virus dapat menghindari hadangan dari program anti virus sejenis monitors.
9. Fast Infectors Virus:
 Virus jenis ini tidak hanya menyerang ketika program target dieksekusi, melainkan juga ketika diakses. Hal ini bertujuan untuk menumpangi perangkat anti virus sebagai media penyebaran ketika melakukan pengecekan terhadap file-file di dalam komputer.
10. Slow Infectors Virus:
merupakan kebalikan dari fast infectors, di mana virus hanya akann menyebar ketika file-file target diciptakan atau dimodifikasi. Hal ini bertujuan untuk memperdaya anti virus sejenis integrity checkers dengan menumpangi proses yang ‘sah’ untuk mengubah sebuah file.
11. Armoured virus:
merupakan virus yang dibuat sedemikian rupa sehingga sulit untuk peneliti anti-virus dalam mempelajari cara mereka bekerja
ok,..itulah beberapa macam virus dan cara kerjanya yang sangat menyebalkan,….semoga bermanfaat
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s